Tanpa kita
sadari, waktu yang kini kita jalani secara perlahan namun sangat pasti membunuh
kenangan. Membuat kita lupa, pada kebahagiaan kemarin, maupun rasa sakit yang
pernah kita rasakan. Waktu terus membunuh hal-hal yang telah kita lewati, dan
kita tak bisa merasakan hal tersebut di lain waktu. Walau ada beberapa hal yang
bisa kita selamatkan, dan kita simpan dalam kotak kenangan. Namun waktu tetap
tak mengizinkan kita memasuki kotak itu lagi, kita hanya diizinkan mengintip,
melihat, dan membayangkan isi dari kotak tersebut.
Perlahan
tapi pasti, waktu memakan sisa-sisa umur kita. Membuat kita semakin tua, dan
akhirnya menjadi tak berdaya. Semua kebahagiaan itu, rasa sakit itu, hanya
tinggal kenangan di dalam pikiran. Bahkan ada beberapa kenangan yang telah
terlupakan. Kenangan yang tak pernah lagi terpikirkan. Dan kenangan yang
perlahan dapat dihapuskan waktu. Hanya kenangan paling indahlah yang bisa
bertahan dalam pikiran hingga tua.
Tak
terkecuali kematian yang berteman dengan waktu. Menunggu waktu terus memakan
sisa usia kita, agar kematian itu bisa segera melenyapkan kita dari dunia ini.
Semua kenangan, mungkin juga akan lenyap. Tak akan ikut mati bersama kita.
Kenangan indah, bahkan kenangan pahit, semua itu amatlah berharga. Karena kenangan
pahit semakin membuat kita dewasa, dan kenangan bahagia selalu bisa membuat
kita tertawa. Tetapi pada akhirnya semua itu terhapus. Dilenyapkan kematian
yang tak kenal kasihan.
Seringkali
aku berpikir, apakah hidup ini hanya untuk melupakan?
Apakah
hidup ini hanya untuk berlalu begitu saja? Bahkan kenangan indah pun tak bisa
diselamatkan?
Hidup
memang terlalu singkat untuk terus dipikirkan, tetapi setidaknya kenangan itu
memiliki harga yang tak bisa terbayarkan oleh apapun. Bahkan kenangan yang baru
belum tentu bisa menggantikan kenangan yang lama. Karena waktu terus berubah,
kebahagiaan tak akan datang dua kali. Tak akan terasa seperti dulu lagi.
Misalnya
seperti bertemu dengan dirinya hari ini. Tertawa bersamanya, minum dengannya,
dan bercerita panjang dengan dirinya. Kita pasti merasa sangat bahagia dengan
orang yang paling dicinta. Tetapi kenangan esok akan berubah. Walaupun kita
bertemu lagi dengannya. Mungkin kenangan tak lagi indah. Kita hanya diam
membisu. Dia mungkin juga telah berubah, tak sama seperti yang dikira. Dan kita
hanya akan menertawakan keadaan. Benar ternyata, waktu sangat kejam.
0 komentar: