Pertama-tama aku ingin bertanya satu hal. Apakah engkau percaya dengan mesin waktu? Dulu aku sangat percaya dengan mesin waktu. Aku s...

Pertama-tama aku ingin bertanya satu hal.
Apakah engkau percaya dengan mesin waktu?

Dulu aku sangat percaya dengan mesin waktu. Aku sangat menyukainya, dan selalu ingin menyaksikan film-film yang berhubungan dengan mesin tersebut. Tetapi semakin berjalannya waktu, semakin banyak kebahagiaan dan penderitaan yang telah berlalu. Kini aku semakin percaya bahwa mesin waktu itu benar adanya. Tetapi sekarang mesin waktu yang kupercaya telah berganti, bukan sebuah mesin buatan manusia. Melainkan mesin waktu tersebut adalah “Kenangan”.

Kenangan adalah mesin waktu yang sangat nyata. Ia bisa membawa kita kembali berada pada masa beberapa jam yang lalu, beberapa hari yang lalu, maupun beberapa bulan dan tahun yang lalu. Dan hebatnya, kenangan tak butuh sebuah alat yang canggih dan amat mahal. Tak perlu dibeli maupun dibuat sendiri. Karena semua manusia sudah punya mesin waktu ini, semua manusia sudah memiliki kenangannya masing-masing.

Dan kenangan juga dapat membuat efek buruk bagi manusia. Yaitu pada saat kau kembali ke masa-masa bahagia yang dulu pernah terjadi, lalu kau bersedih bahwa sekarang masa kebahagiaan tersebut tak akan pernah terjadi lagi. Tetapi kau juga bisa kembali merasakan masa-masa kelam yang dulu terjadi di hidupmu, lalu kau tersenyum karena sekarang kau telah melewati masa tersebut dan semakin bertambah kuat.

Karena itulah, mesin waktu bernama Kenangan ini memiliki efek buruk dan kelebihannya sendiri. Tergantung pada perasaan si pengguna mesin waktu ini.

Untuk menggunakan mesin waktu ini, kau tidak perlu berbuat macam-macam. Cukup berada di tempat yang tenang, atau tempat yang memiliki kenangan yang ingin kau lihat kembali. Atau kau bisa memegang benda yang berhubungan dengan masa-masa indah dulu. Atau kau tidak perlu apapun, hanya perlu pikiran saja.

Cukup tutuplah matamu, cobalah santai, tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan pelan-pelan. Cobalah untuk fokus masuk kembali ke dalam keadaan yang ingin kau masuki. Pikirkan hal tersebut, pikirkan kembali kenangan itu. Rasakan kau kembali ada di dalamnya. Kembali merasakan apa yang saat itu engkau rasakan. Bahagianya, ataupun sedihnya, tersenyumlah saja. Lihatlah orang yang kau sayang ada di dalamnya. Kalian berdua tertawa, atau sedang menikmati senja yang indah. Nikmati kembali saat-saat itu.

Setelah cukup rasamu kembali ke masa lalu, lalu bukalah matamu kembali. Kau telah kembali berada di masa sekarang. Masa kau telah melewati semua kenangan itu. Kau tidak harus bersedih, tetapi berbangga hatilah, karena dirimu pernah mengalami kenangan indah itu. Dan jangan khawatir, kau bisa kembali ke masa lalu, ke dalam kenangan tersebut kapanpun kau mau. Kau hanya harus terus menyimpan memori tentang kenangan tersebut. Agar kau tetap bisa mengunjunginya kapanpun.

Hal ini juga memberikan kesempatan untuk dirimu bisa berjumpa kembali dengan orang yang mungkin telah tiada di hidupmu. Tentu, kau bisa kembali melihatnya, karena kau bisa kembali ke masa lalu. Cobalah untuk kembali ke masa-masa kau dan orang tersebut bersama sedang tertawa, agar kau bisa kembali merasa bahagia. Ingatlah bahwa orang tersebut tak pernah benar-benar pergi meninggalkanmu sendiri. Ia masih hidup, akan terus hidup, di dalam kenangan dirimu. Dia selalu menuggu dirimu untuk kembali mengunjunginya.

Nah, jadi itulah penjelasan tentang mesin waktu bernama “Kenangan” ini. Jadi jika kau yang tadinya tidak mempercayai adanya mesin waktu, mungkin sekarang kau harus mengubah pemikiran itu. Karena semua orang memiliki mesin waktunya masing-masing. Tak perlu membayar mahal. Tak perlu pergi jauh untuk mendapatkannya. Kau hanya harus tenang, dan simpanlah memori indahmu dengan benar.

Semoga mulai saat ini kau bisa semakin mahir menggunakan mesin waktu ini.

Tanpa kita sadari, waktu yang kini kita jalani secara perlahan namun sangat pasti membunuh kenangan. Membuat kita lupa, pada kebahagiaan ke...

Tanpa kita sadari, waktu yang kini kita jalani secara perlahan namun sangat pasti membunuh kenangan. Membuat kita lupa, pada kebahagiaan kemarin, maupun rasa sakit yang pernah kita rasakan. Waktu terus membunuh hal-hal yang telah kita lewati, dan kita tak bisa merasakan hal tersebut di lain waktu. Walau ada beberapa hal yang bisa kita selamatkan, dan kita simpan dalam kotak kenangan. Namun waktu tetap tak mengizinkan kita memasuki kotak itu lagi, kita hanya diizinkan mengintip, melihat, dan membayangkan isi dari kotak tersebut.

Perlahan tapi pasti, waktu memakan sisa-sisa umur kita. Membuat kita semakin tua, dan akhirnya menjadi tak berdaya. Semua kebahagiaan itu, rasa sakit itu, hanya tinggal kenangan di dalam pikiran. Bahkan ada beberapa kenangan yang telah terlupakan. Kenangan yang tak pernah lagi terpikirkan. Dan kenangan yang perlahan dapat dihapuskan waktu. Hanya kenangan paling indahlah yang bisa bertahan dalam pikiran hingga tua.

Tak terkecuali kematian yang berteman dengan waktu. Menunggu waktu terus memakan sisa usia kita, agar kematian itu bisa segera melenyapkan kita dari dunia ini. Semua kenangan, mungkin juga akan lenyap. Tak akan ikut mati bersama kita. Kenangan indah, bahkan kenangan pahit, semua itu amatlah berharga. Karena kenangan pahit semakin membuat kita dewasa, dan kenangan bahagia selalu bisa membuat kita tertawa. Tetapi pada akhirnya semua itu terhapus. Dilenyapkan kematian yang tak kenal kasihan.

Seringkali aku berpikir, apakah hidup ini hanya untuk melupakan?
Apakah hidup ini hanya untuk berlalu begitu saja? Bahkan kenangan indah pun tak bisa diselamatkan?
Hidup memang terlalu singkat untuk terus dipikirkan, tetapi setidaknya kenangan itu memiliki harga yang tak bisa terbayarkan oleh apapun. Bahkan kenangan yang baru belum tentu bisa menggantikan kenangan yang lama. Karena waktu terus berubah, kebahagiaan tak akan datang dua kali. Tak akan terasa seperti dulu lagi.

Misalnya seperti bertemu dengan dirinya hari ini. Tertawa bersamanya, minum dengannya, dan bercerita panjang dengan dirinya. Kita pasti merasa sangat bahagia dengan orang yang paling dicinta. Tetapi kenangan esok akan berubah. Walaupun kita bertemu lagi dengannya. Mungkin kenangan tak lagi indah. Kita hanya diam membisu. Dia mungkin juga telah berubah, tak sama seperti yang dikira. Dan kita hanya akan menertawakan keadaan. Benar ternyata, waktu sangat kejam.

Tapi begitulah dunia ini bekerja. Tak ada kebahagiaan yang sama. Pun tak ada rasa sakit yang sama. Setiap hari, setiap saat, hal itu terus berubah. Entah itu berubah menjadi lebih baik, atau menjadi lebih buruk. Yang pasti, kita harus tau, hal seperti itu tak akan datang dua kali. Hargai setiap detiknya terjadi, ingatlah baik baik. Jangan pikirkan hal lain. Jadilah manusia yang paling mengingat tentang hari ini.

Setelah kepergianmu yang tiba-tiba, tanpa rasa bersalah, dan tanpa mengucapkan sepatah kata yang bisa menjelaskan semuanya, aku berusaha me...

Setelah kepergianmu yang tiba-tiba, tanpa rasa bersalah, dan tanpa mengucapkan sepatah kata yang bisa menjelaskan semuanya, aku berusaha mencoba untuk menghapus semua bayangmu yang masih tinggal di hatiku. Walau rasanya sangat sulit dan hampir mustahil, tetapi aku terus mencoba walau hasilnya kebanyakan nihil. Bayangmu masih saja tinggal di sini, bersama sejuta rasa sakit yang kau tinggalkan sendiri, untuk membunuhku perlahan mati.

Kucoba untuk menyembunyikan semua barang pemberian darimu, barang yang memiliki kenangan bersamamu dari kamarku. Hal tersebut berhasil melenyapkan sedikit bayangmu yang tertinggal di kamarku. Namun bagaimana caranya aku membunuh bayang dirimu yang terus tinggal di pikiranku?

Setiap langkah yang kubuat, rasanya kau selalu mengikuti diriku walau tak terlihat. Terkadang aku merasa seperti engkau ada di suatu tempat dekat denganku, tetapi ketika aku sadar bahwa dirimu telah pergi jauh, aku segera pergi berlalu, kembali membawa rasa pilu. Kau tahu rasanya seperti itu? Aku merasa seperti orang gila, orang yang berlari lalu tertawa-tawa. Padahal hatinya merasakan sakit yang setiap saat menggila.

Itu hanyalah bayang dirimu yang masih tinggal di pikiranku, lalu bagaimana dengan rasa cinta ini yang masih betah tinggal di hatiku?
Cinta ini yang dulunya menjadi penghangat yang kau beri, tetapi sekarang bagaikan penyayat hati yang ingin membuatku mati. Setiap kali aku teringat dengan dirimu yang semakin menghilang, cinta ini terus-menerus menusuk hatiku, membuat bekas-bekas luka baru yang mungkin takkan pernah hilang.

Lalu giliran kenangan, ia bagaikan pedang yang sesuka hatinya datang, lalu menusukku dari belakang. Setiap kali aku terdiam, sendiri tak berteman, entah mengapa kenangan tentang dirimu terus memaksa terlintas di dalam benakku. Terlintas di depan mataku, berlarian menertawaiku yang tak bisa melupakanmu. Mengatakan aku bodoh, masih saja mengingat tentang dia yang sudah menjadi masa lalu. Dan memutuskan lari dari hidupku.

Lalu aku berpikir mungkin malam adalah waktunya aku bisa tenang, lepas dari bayangmu, ataupun kenangan yang mencoba merusak hidupku. Saat aku memejamkan mata, ternyata kau masih saja terus tak membiarkanku mati sendiri. Kau masih saja terus ingin membunuhku, menyiksaku secara perlahan, dengan muncul di dalam mimpiku. Kau masih saja mengganggu hidupku walaupun dalam tidurku.

Aku merasa gila! Kapan waktunya aku bisa sendiri tanpa kau sakiti? Rasanya tak sanggup aku hidup menggila seperti ini.
Kumohon, jika kau memang benar-benar ingin pergi dari hidupku, bawa juga semua bayanganmu pergi. Semua kenangan ini, kau bawa saja sendiri, aku sudah tak ingin mengingatnya lagi. Coba saja kau rasakan sendiri penderitaan yang selalu menyiksaku ini.

Walaupun tidak sekarang, tetapi aku percaya nanti. Karena karma itu nyata, walaupun waktunya yang tak ada.

Aku selalu kagum dengan kisah cinta Zainuddin dan Hayati. Walaupun mereka hanyalah sebuah kisah di dalam novel yang indah, dan dijadikan fi...

Aku selalu kagum dengan kisah cinta Zainuddin dan Hayati. Walaupun mereka hanyalah sebuah kisah di dalam novel yang indah, dan dijadikan film yang luar biasa, tetapi kisah mereka berdua selalu bisa membuat hatiku merasa ada cinta yang begitu setia. Terutama cinta Zainuddin yang begitu bersih, tanpa dikotori oleh nafsu duniawi, dan juga diikat oleh ketulusan yang tak terbayangkan. Begitu indah, menakjubkan, dan juga menunjukkan bahwa cinta bisa begitu setia.

Zainuddin adalah seorang anak terbuang, yang tak diterima di padang, padahal tanah kelahiran ayahanda yang telah tiada. Tetapi sayang, ketika ia kembali pulang ke kampung sang ayah, ia berpapasan dengan bunga kampung yang begitu indah, membuat hatinya tak ingin lagi pergi dari kampung yang tak menganggapnya. Nama wanita tersebut adalah Hayati, bunga batipuh yang indah nan bersahaja. Membuat semua hati ingin memilikinya, namun hanya takdir yang bisa mengizinkan untuk bisa bersama dirinya.

Cinta pun tumbuh di antara keduanya, walau hanya sesekali bersua, dan hanya berbicara lewat kata-kata dalam sepucuk surat yang indah, Zainuddin dan Hayati pun sama-sama merasakan ikatan cinta suci yang diam-diam telah tinggal di dalam hati sepasang anak manusia ini. Cinta Zainuddin sangatlah tulus kepada Hayati, begitu juga dengan hati Hayati yang selalu terukir nama Zainuddin. Walaupun pada akhirnya cinta mereka berdua tidak direstui oleh petinggi adat kota padang, bahwa Zainuddin anak pisang, anak yang tak bersuku, tak pantas dijadikan penerus minang dan menjadi suami hayati.

Sudahlah cukup Zainuddin dilanda kesedihan yang sangat mendalam, ditinggal kedua orang tua sedari kecil, lalu meninggal  pula orang yang mengasuhnya dengan penuh kasih sayang, dan ditolak pula lamarannya kepada Hayati yang begitu ia sayang. Pada akhirnya, Hayati dinikahkan dengan seorang lelaki yang bersuku, anak padang panjang, azis namanya. Tetapi sayang, lelaki itu sebenarnya bukanlah lelaki yang baik hatinya, tetapi penuh kemaksiatan hidupnya. Hanya karena harta dan kesukuan, Hayati harus dinikahkan dengan manusia berkeinginan syetan.

Mati rasa Zainuddin, tak bisa bangkit dari tempatnya menangis, berseduh, hingga memerah kedua matanya. Namun pada akhirnya, ia berhasil juga bangkit dari rasa sakit yang menyiksa bagaikan besi panas yang dibenamkan dalam hati. Hingga ia akhirnya sadar dan pergi untuk memperbaiki nasib diri. Ia pergi ke kota lain, menjadi penulis yang mermodalkan rasa sakit, tetapi berhasil merakit kisah yang membuat banyak orang menangis. Padahal kisah tersebut adalah kisah hidupnya sendiri.

Tak sampai disitu, setelah sukses ia bertemu pula lagi dengan Hayati dan Suaminya. Disimpannya lah dalam-dalam rasa cinta yang dulu sangat membara, hingga membakar jiwanya. Hayati dan Suaminya dalam keadaan susah, karena Azis yang banyak ditimpa hutang karena judi yang di-Tuhankannya. Tak lama setelah mereka kembali berjumpa, meninggal pula suami Hayati. Kini jadilah janda, tetapi tetap Zainuddin masih menyimpan rasa yang begitu indah pada Hayati.

Di saat seharusnya mereka bisa bersama, setelah penderitaan Zainuddin akan cinta dan keluarga, tetapi takdir tetap tak mengizinkan mereka hidup berdua. Pada akhirnya, Hayati harus pergi meninggalkan dunia ini, dalam perjalanan akan pulang ke padang, kampung halamannya, karena suruhan Zainuddin juga. Kapal yang ditumpangi Hayati untuk pulang, ternyata tenggelam di tengah lautan. Akhirnya Hayati pun ikut tenggelam bersama hati yang sebenarnya masih tetap ingin bersama Zainuddin.

Sebelum meninggal, Hayati telah menuliskan sebuah pesan. Ditulisnya dalam sepenggal surat, khusus untuk kekasih hatinya Zainuddin. Surat itu berisikan kata-kata yang penuh dengan penderitaan, bahwa Hayati menikah dengan lelaki lain hanyalah paksaan, tak ada keinginan dirinya seorang. Dan walaupun ia telah menjadi istri orang lain, tapi cinta di dalam hatinya yang paling dalam hanyalah untuk Zainuddin seorang. Selesai membaca surat itu, hancur rasanya hati Zainuddin. Menangis ia segila-gilanya di depan mayat Hayati yang tak terselamatkan. Di kecupnya kening kekasihnya itu, lalu ia pun ikut pingsan karena tak tahan hati menahan rasa sakit yang teramat pedih.

1 permintaan Hayati untuk Zainuddin, yaitu sempurnakanlah doa untuknya jika ia sudah tiada. Zainuddin pun tetap setia selalu datang ke kuburannya, membacakan Al Qur’an dengan perasaan cinta bercampur sedih yang tak berkesudahan. Cinta Zainuddin kepada Hayati masih tetap utuh, walaupun Hayati telah pergi dari hidup ini. Begitu besar, begitu dalam, dan begitu tulus cinta Zainuddin itu. Sungguh aku tak pernah membaca cinta kisah yang lebih indah dari kisah novel lainnya, selain kisah Zainuddin dan Hayati.

Aku sangat ingin belajar sekuat Zainuddin, bisa tetap bertahan walaupun sejuta duka bertubi-tubi menghampiri dirinya. Aku ingin bisa menjadi lelaki yang baik, yang kelak akan membahagiakan istri dunia-akhirat. Kisah ini akan selalu kukenang, akan selalu menjadi pengingat, bahwa cinta pun dapat menjadi keindahan yang tak pernah terbayangkan, walau di dalamnya penuh dengan kesakitan dan selalu berakhir dengan perpisahan.

Lelaki itu hanya duduk termenung di pinggiran tempat tidur, dalam kamar yang penuh dengan uapan kesepian. Tatapan matanya sayup, bibirnya d...

Lelaki itu hanya duduk termenung di pinggiran tempat tidur, dalam kamar yang penuh dengan uapan kesepian. Tatapan matanya sayup, bibirnya diam membisu, hatinya ikut membatu, pikirannya tak merasa kacau, juga tak merasa damai, hanya ada kegelapan, kehampaan, dan kekosongan yang tak berkesudahan. Ia tidak mengungkapkan semua itu dengan berteriak kencang, tetapi semua itu ia pendam di dalam diri yang kesepian.

Berkali-kali hatinya diketuk oleh rasa sakit, namun sayang, sudah terlalu penuh hatinya dengan penderitaan. Bahkan rasa sakit pun sudah tak sanggup lagi untuk bertempat tinggal di dalam hatinya yang penuh dengan rasa-rasa cinta yang telah berubah menjadi penusuk hati. Depresi ingin sekali bertamu lagi di pikirannya, namun sayang, pikiran lelaki ini sudah tak bisa menerima lagi. Karena sudah tak ada ruang lagi di pikiran sang lelaki, semuanya hanya kegelapan, kekosongan tak bertempat, bahkan kematian tak mau tinggal di dalam pikirannya.

Sesekali ia tersadar dari lamunan kosongnya, bukan untuk berpikir atau merasakan, tetapi hanya untuk meledakkan tangisan. Tangisan keputusasaan, tangisan patah hati, tangisan yang mengandung berjuta rasa sepi, yang setiap hari menusuk jiwa dengan belati. Wanita itu, penyebab si lelaki patah hati, sekarang pun masih saja membuatnya ingin mati berkali-kali. Cinta yang diberi si lelaki dengan ketulusan hati, malah dibalas dengan belati yang menyayat hati. Tak sanggup rasanya si lelaki menahan rasa ini. Sakit bercampur rasa sedih yang tak terbayangkan oleh manusia lain.

Kini sang lelaki masih saja menangis, tanpa suara sedikitpun. Namun di dalam hatinya sudah penuh dengan dengungan teriakkan dan jeritan yang jika di dengar dapat memecahkan seluruh harapan, membunuh kebahagiaan, dan membuat tawa menjadi hal yang tak pernah nyata. Lelaki kesepian ini menangis bukan karena cengeng, tapi ia memang harus menangis untuk meredakan sakit yang membara di dalam hatinya. Untuk membunuh kehampaan yang menyayat-nyayat jiwanya. Jika ia tidak menangis, mungkin sudah matilah dia. Entah karena racun atau irisan pisau di nadinya.

Dalam setiap tetesan air mata yang mengalir, mengandung berjuta teriakan hati yang penuh dengan kesakitan. Setelah cukup lama membuang air mata, sang lelaki kembali terdiam. Berhenti sejenak dari tangisan yang penuh pilu, mencoba kembali mengangkat kepala dan menghapus sisa-sisa air mata yang membasahi pipinya. Lelaki itu kembali duduk di pinggir tempat tidurnya, diam dengan tatapan kosongnya, dengan teman terbaiknya, yaitu kesepian. Pikirannya pun kembali kosong, jiwanya kembali di serang kehampaan. Sang lelaki termenung, seakan-akan menunggu ajal yang tak kunjung datang.

Ini sahabatku, namanya adalah kesepian. Dia ada, walaupun tak berwujud. Dia juga memiliki sifat yang sangat pemalu, karena itulah dia hanya ...

Ini sahabatku, namanya adalah kesepian. Dia ada, walaupun tak berwujud. Dia juga memiliki sifat yang sangat pemalu, karena itulah dia hanya berani muncul hanya saat aku sedang sendirian. Tetapi kadang jika ia sedang ingin, maka sahabatku ini bisa muncul juga walaupun di tempat yang sangat ramai. Sahabatku ini sangat ramah, dan juga sangat setia. Bahkan ia lebih setia dari pada orang yang kucintai sekalipun. Sahabatku ini tak butuh makan, ataupun minum, yang ia butuhkan adalah kesendirian dan kesedihan. Dua hal tersebut adalah makanan dan minumannya sehari-hari untuknya.

Kesepian, aku sering duduk berdua dengannya di pinggir tempat tidurku. Tak tentu kapan kami bisa bersama. Kadang kami bersama-sama di pagi hari, siang hari, dan waktu yang paling disukai sahabatku ini adalah malam hari. Karena pada malam hari, aku bisa banyak memberikannya kesendirian dan kesedihan yang menjadi makanan untuknya. Aku sangat menyukai kesetiaannya, tapi aku benci saat dia tiba-tiba datang tanpa mengabariku dulu. Tetapi dia tetaplah sahabatku, tak peduli sebenci apapun aku dengannya, dia tetap sahabat yang paling setia.

Sejak remaja, aku sudah tak pernah lagi menangis di depan orang lain, bahkan di depan orang tuaku sendiri. Karena aku rasa hal itu tak perlu, dan tak berguna. Karena itulah, jika hatiku hancur, atau jiwaku perih, aku hanya akan menangis sendiri. Lalu disaat itulah, kesepian pasti datang menemaniku, sahabatku ini akan terus berada di sisiku, menemaniku, dan membuatku dapat menikmati rasa sakit yang ada di hatiku ini. Terkadang sahabatku ini juga meresap masuk ke dalam jiwaku, membuatnya semakin terasa perih. Namun jika tidak ada dirinya, tak ada juga yang akan mengosongkan jiwa ini. Akan terus terasa perih jika tak ada sahabatku ini.

Dialah yang membantuku untuk mengosongkan pikiran, karena itu kadang sahabatku ini juga membawa senjata, senjata itu bernama kehampaan. Rasa sakit yang tadinya menyiksaku, ia perbaiki dan digantinya dengan senjata kehampaan. Mungkin kehampaan ini memang sedikit lebih baik dari rasa sakit, tapi terkadang ia bisa saja menggila dan menembaki hatiku sendiri. Tetapi apa boleh buat, ini pemberian dari sahabatku, aku tak mungkin bisa menolaknya. Kesepian selalu setia padaku, jadi aku akan mencoba untuk mempercayainya.