Pertama-tama aku ingin bertanya satu hal. Apakah engkau percaya dengan mesin waktu? Dulu aku sangat percaya dengan mesin waktu. Aku s...
Mesin Waktu
Tanpa kita sadari, waktu yang kini kita jalani secara perlahan namun sangat pasti membunuh kenangan. Membuat kita lupa, pada kebahagiaan ke...
Perlahan Waktu Terus Membunuh Kenangan
Setelah kepergianmu yang tiba-tiba, tanpa rasa bersalah, dan tanpa mengucapkan sepatah kata yang bisa menjelaskan semuanya, aku berusaha me...
Mencoba Melenyapkan Bayangmu di Hidupku
Aku selalu kagum dengan kisah cinta Zainuddin dan Hayati. Walaupun mereka hanyalah sebuah kisah di dalam novel yang indah, dan dijadikan fi...
Kisah Cinta Zainuddin dan Hayati
Lelaki itu hanya duduk termenung di pinggiran tempat tidur, dalam kamar yang penuh dengan uapan kesepian. Tatapan matanya sayup, bibirnya d...
Cerita Lelaki Kesepian
Ini sahabatku, namanya adalah kesepian. Dia ada, walaupun tak berwujud. Dia juga memiliki sifat yang sangat pemalu, karena itulah dia hanya ...
Kesepian Adalah Sahabatku
Kesepian, aku sering duduk berdua dengannya di pinggir tempat tidurku. Tak tentu kapan kami bisa bersama. Kadang kami bersama-sama di pagi hari, siang hari, dan waktu yang paling disukai sahabatku ini adalah malam hari. Karena pada malam hari, aku bisa banyak memberikannya kesendirian dan kesedihan yang menjadi makanan untuknya. Aku sangat menyukai kesetiaannya, tapi aku benci saat dia tiba-tiba datang tanpa mengabariku dulu. Tetapi dia tetaplah sahabatku, tak peduli sebenci apapun aku dengannya, dia tetap sahabat yang paling setia.
Sejak remaja, aku sudah tak pernah lagi menangis di depan orang lain, bahkan di depan orang tuaku sendiri. Karena aku rasa hal itu tak perlu, dan tak berguna. Karena itulah, jika hatiku hancur, atau jiwaku perih, aku hanya akan menangis sendiri. Lalu disaat itulah, kesepian pasti datang menemaniku, sahabatku ini akan terus berada di sisiku, menemaniku, dan membuatku dapat menikmati rasa sakit yang ada di hatiku ini. Terkadang sahabatku ini juga meresap masuk ke dalam jiwaku, membuatnya semakin terasa perih. Namun jika tidak ada dirinya, tak ada juga yang akan mengosongkan jiwa ini. Akan terus terasa perih jika tak ada sahabatku ini.
Dialah yang membantuku untuk mengosongkan pikiran, karena itu kadang sahabatku ini juga membawa senjata, senjata itu bernama kehampaan. Rasa sakit yang tadinya menyiksaku, ia perbaiki dan digantinya dengan senjata kehampaan. Mungkin kehampaan ini memang sedikit lebih baik dari rasa sakit, tapi terkadang ia bisa saja menggila dan menembaki hatiku sendiri. Tetapi apa boleh buat, ini pemberian dari sahabatku, aku tak mungkin bisa menolaknya. Kesepian selalu setia padaku, jadi aku akan mencoba untuk mempercayainya.
Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances