Aku tak ingin kamu hancur bersamaku, dalam luka dan duka hidup yang tak kenal waktu. Biarlah kubunuh sendiri kesengsaraan ini, agar kebahagiaan bisa jalan dan menghampiri dirimu yang tak ternilai untukku. Cukuplah kamu menjadi tempatku mengadu, berteduh, dan menghabiskan sisa-sisa air mata dalam pelukanmu. Cukuplah kamu menjadi cahaya purnama yang menyinari gelapku, atau menjadi senja yang menghangatkan batinku.
Cintamu menjadikanku sekuat batu, menghancurkan semua pilu, dan menenggelamkan gelisah yang datang tak menentu. Kamulah bagian hidup yang membuatku menjadi utuh, membuatku berhenti berjalan tanpa tujuan, dan membantuku membangun masa depan yang penuh dengan kenangan tak terlupakan. Kamulah alasanku menjadi ‘satu’ yang tak bisa ‘diduakan’. Menjadi ‘dua’ yang tak bisa dipisahkan. Hanya dengan dirimu seorang.
Jika rasa bosan datang menghampiriku, tolong jangan biarkan aku menjadi pengkhianat janji. Dan jika rasa bosan datang kepadamu, biarlah aku memeluk dirimu agar tak pergi dariku. Tusuklah aku sepuas yang kamu mau, caci maki diriku untuk menjauhimu, tapi aku berjanji takkan menjadikanmu ‘satu’ tanpa diriku. Aku tak ingin menyakiti dirimu, biarlah semua derita sementara ini tercurahkan padaku, sampai kamu kembali berkata “aku sangat mencintaimu” dan aku mencium kening manismu.
Hiduplah seperti yang kamu mau, aku tak ingin mengubah apa adanya dirimu. Tapi izinkan aku ikut menjaga kehormatanmu, membuatmu sadar jika ada sesuatu yang tak baik untukmu. Menjadi sinar mentari saat kamu bangun di pagi hari, memberikan kehangatan tanpa merubah penampilan. Atau seperti angin yang menyejukkan, tanpa meminta balasan. Aku hanya inginkan kamu bahagia, tanpa merusak keindahan dirimu yang sangat berharga.
Peganglah erat tanganku sayang, berjalanlah berdampingan denganku seorang. Jika ada sesuatu yang membahayakan, maka berdirilah di belakang diriku. Biarkan aku yang menanggung semua luka, agar dirimu tetap terjaga. Peluklah aku dari belakang, berikan kekuatan untukku, agar tetap bisa menjadi pahlawan hidupmu. Jika semua luka telah berlalu, aku ingin kamu kembali berada di sampingku. Kembali menggenggam tanganku dan berjalan bersamaku. Mari kita datangi masa depan yang telah menanti.
Berdua bersamamu, tanpa berhenti saling mencintai. Ditemani cahaya purnama yang menerangi hati, atau duduk berdua di sela-sela senja yang selalu indah.
Aku tak ingin kamu hancur bersamaku, dalam luka dan duka hidup yang tak kenal waktu. Biarlah kubunuh sendiri kesengsaraan ini, agar kebahagi...
Hancur Sendiri
About author: Muhammad Mu'az
Cress arugula peanut tigernut wattle seed kombu parsnip. Lotus root mung bean arugula tigernut horseradish endive yarrow gourd. Radicchio cress avocado garlic quandong collard greens.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: