Biarlah aku menjadi matahari untuk dirimu, yang kadang kamu keluhkan, padahal aku hanya ingin menghangatkan. Biarlah aku menjadi hujan untuk...

Anggaplah Aku Ada

Biarlah aku menjadi matahari untuk dirimu, yang kadang kamu keluhkan, padahal aku hanya ingin menghangatkan. Biarlah aku menjadi hujan untukmu, yang kadang kamu benci, padahal aku hanya ingin menyejukkan hati. Biarlah aku menjadi bulan untukmu, yang kadang tak kamu perhatikan, karena banyaknya bintang yang lebih indah, padahal sinarkulah yang telah menyelamatkan dirimu dari kegelapan. Aku hanyalah seseorang yang tak dianggap, berusaha menjadi ada, tetapi tetap tak kau pedulikan.

Tak peduli seberapa keras aku berusaha, seberapa dalam cintaku pada dirimu, kau tak ingin menatapku. Hanya diam membisu seperti batu. Kucoba berusaha untuk menjadi ada di hadapanmu, namun kamu pura-pura buta dan terus berlalu saja seperti tidak ada siapa-siapa. Kamu tega melelehkan perhatian yang kuberikan, padahal aku sendiri selalu merasa kesepian. Kamu sanggup menyia-nyiakan kasih sayang yang kuberikan, padahal aku sendiri manusia yang paling ingin disayang. Kamu ingin pergi dari diriku, padahal aku telah berusaha sekuat hati untuk membuat dirimu jatuh cinta padaku.

Cinta yang kuberikan padamu, bukanlah cinta yang bermula karena nafsu. Tetapi cinta suci yang ingin kuberikan saat kita telah menjadi suami istri. Cinta yang mungkin akan bertahan sampai mati, dan bahkan sampai kita bertemu kembali di surga yang telah menanti, jika Tuhan telah menghendaki. Tetapi aku masih tidak tahu cinta seperti apa lagi yang kamu ingini, padahal aku sudah memberikan cinta sejati. Aku telah menjadikanmu purnama dalam hidupku. Yang menerangi gelap hidupku, dan mengusir kelam mimpiku. Kamulah alasan aku menjadi satu, dan hanya ingin menjadi dua denganmu.

Aku mohon, robohkanlah tembok ego yang ada di hatimu. Cerahkan pikiranmu dengan segala perjuanganku. Temuilah aku walau hanya dalam mimpimu. Tatap mataku, lihat ke dalamnya begitu banyak cinta yang kusimpan hanya untukmu. Rasakan perasaan hatiku, yang begitu menyayangi dirimu tanpa mengenal waktu. Lihatlah cahaya mataku, yang mengandung berjuta rindu hanya untukmu. Maka aku yakin kamu akan segera sadar, bahwa matahari yang selama ini kamu sia-siakan yang telah menjadi pencerah hidupmu, penghangat hatimu, dan pengukir senyum indah di wajah cantikmu, hanyalah diriku.

0 komentar: