Aku hanya ingin kita bisa selalu bersama, walau tanpa sebuah hubungan cinta, tapi hati kita tetap saling menjaga cinta. Mungkin memang lebih...

Membuat Takdir Menyerah Pada Kita

Aku hanya ingin kita bisa selalu bersama, walau tanpa sebuah hubungan cinta, tapi hati kita tetap saling menjaga cinta. Mungkin memang lebih baik seperti ini untuk sementara. Sampai aku sudah bisa meminta kamu untuk menjadi sepasang pecinta, yang diikat oleh restu Tuhan kita. Bisa saling berbicara tanpa takut kehabisan cerita, dan saling tertawa sambil mencipta masa depan yang indah. Hanya aku dan kamu, tanpa dia atau yang lainnya.

Aku ingat saat itu kamu pernah bilang, bahwa hidup tidak sesederhana seperti yang kuimpikan. Lalu kukatakan padamu, hidup ini memang sederhana, manusia saja yang membuat rumit. Terutama soal permasalahan cinta, kita sudah sama-sama merasa, bahwa kitalah alasan untuk saling tertawa, bahagia. Yang perlu kita lalukan sekarang hanyalah melawan penantian yang mungkin terasa sangat panjang. Penantian untuk bisa saling menatap saat kita dibangunkan oleh fajar. Lalu ku kecup kening manismu dan mengatakan “selamat pagi sayang”. Tapi tentu saja untuk mencapai impian yang besar, ada pengorbanan yang besar.

Mungkin dalam penantian ini hati tak selamanya begini. Selalu bahagia dan ceria seperti ini. Mungkin ada sela-sela saat aku dan kamu tidak bisa bercerita, saat kita saling curiga, dan akhirnya pernah memikirkan untuk saling berpisah. Namun aku tahu kita mampu melewatinya berdua. Tahanlah aku jika terlalu bodoh ingin melepas dirimu. Saat amarahku menyayat hatimu, tamparlah aku sekuat yang kamu mau. Tapi jangan pernah pergi dari hidupku. Aku membutuhkan dirimu, dan kamu pun pasti membutuhkan diriku. Pada akhirnya kita hanya akan saling menyesal, dan muncul lagi rasa ingin saling mempertahankan.

Aku mencintaimu tulus, hanya ingin membantu menjaga kehormatan dirimu, menyelesaikan masalahmu, dan melukis tawa di senyum indahmu. Anggaplah saja aku sebagai sahabatmu saat ini, karena nanti pada akhirnya kita akan menjadi suami istri. Aku tahu di dunia ini tak ada yang pasti, bisa saja bukan aku yang akan menjadi suamimu, atau bukan kamu yang akan menjadi istriku. Tapi aku percaya, Tuhan mempertemukan kita bukan hanya untuk memisahkan. Bukan hanya untuk saling menyakiti lalu beranjak pergi. Tapi ada sesuatu yang lebih indah telah menanti. Selagi aku berusaha, dan kau sabar menanti, takdir pasti menyerahkan diri.

Aku hanya ingin kamu mengerti. Bahwa cinta ini akan selalu utuh di hati. Walaupun aku mati, cinta kan selalu milikmu. Bersamamu kutemukan, dan bersamamu kembali kutitipkan, jika ajalku telah datang memintaku kembali pulang. Tenang sayang, aku tidak akan meninggalkan dirimu seorang, cintaku telah kutinggalkan, untuk menjaga hatimu. Dan tanggung jawabku telah kutitipkan ke seseorang, yang akan menjaga ragamu. Seseorang itu adalah orang tua, sahabat, atau seseorang yang lebih baik akan menggantikan diriku.

0 komentar: