Sejak berpisah denganmu, aku telah belajar 1 hal. Bahwa rasa sakit yang terukir karena terlalu mencintai pun dapat kuhapuskan. Walaupun awalnya masih saja kukenang dengan air mata, dan tak bisa membuatku berkata-kata, karena rasa sakit yang sangat membuat derita. Tapi pada akhirnya, sakit ini telah hilang juga. Walaupun masih meninggalkan bekas yang mungkin tak pernah lepas.
Aku sungguh baik-baik saja sekarang. Ku anggap semuanya sudah berlalu, dan kamu tidak perlu khawatir lagi. Karena jika nanti kita tak sengaja bertemu, kupastikan mata ini sudah tak punya air lagi untuk menangisimu. Bibir ini sudah bisa tersenyum kembali walau rasanya pahit sekali. Tapi percayalah, ini bukan diriku yang dulu lagi.
Aku sudah banyak berubah sejak kamu hujat hatiku dengan beribu pedang. Kamu buang aku dan hanya menjadikanku kenangan. Kamu merasa tenang saat aku sudah tidak bisa lagi senang. Saat itulah perjalanan hatiku yang hancur dimulai. Aku belajar dari rasa sakit yang kamu tanam, mencoba memperbaiki puing demi puing hati yang kamu hancurkan. Mencoba bertahan di dalam kesepian dan kehampaan yang mencoba menenggelamkan.
Tapi kini semua rasa sakit sudah berteman. Aku sudah bisa menjadikan kenangan kita menjadi hal yang biasa. Cinta yang dulu begitu meriah, sekarang hanyalah rasa yang tidak ada artinya. Peduliku yang dulu begitu besar padamu, kini telah menjadi rasa hampa yang selalu menemaniku. Tapi aku benar baik adanya. Aku sudah melewati masa-masa sulit akibat terlalu mencinta.
Walau mungkin masih ada sedikit cinta yang ingin kembali bercerita, kupastikan ia akan segera menjadi buta. Tidak akan kubiarkan lagi melihatmu, yang dulu begitu indah, namun sekarang sanggup menghancurkan dengan alasan cinta. Namun sudahlah, semuanya sudah menjadi abu. Aku tidak ingin menyimpan dendam padamu. Karena sebenci apapun aku sekarang, kamu pernah menjadi seseorang yang paling aku sayang.
Hiduplah dengan tenang bersama seseorang yang membuatmu meninggalkanku. Semoga ia bisa menjagamu lebih baik, sebaik kamu menyakitiku. Semoga cinta yang ia berikan padamu bukan hanya semata karena nafsu. Tetapi cinta tulus seperti yang kuberikan dulu, walaupun kamu sia-siakan tanpa ragu.
Hiduplah dengan baik, sebaik aku dulu menyayangimu.
Sejak berpisah denganmu, aku telah belajar 1 hal. Bahwa rasa sakit yang terukir karena terlalu mencintai pun dapat kuhapuskan. Walaupun awal...
Aku Sudah Baik-Baik Saja
About author: Muhammad Mu'az
Cress arugula peanut tigernut wattle seed kombu parsnip. Lotus root mung bean arugula tigernut horseradish endive yarrow gourd. Radicchio cress avocado garlic quandong collard greens.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: