Terkadang aku benci dengan rasa sepi ini, yang ingin membunuhku mati sendiri. Terkadang aku benci dengan rasa sepi ini, yang tak ingin aku memiliki seorang teman untuk berbagi rasa sakit di hati. Dan terkadang aku sangat membenci rasa sepi ini, karena membuatku ingin menangis terseduh hingga aku tak mampu untuk berdiri kembali.
Tetapi, semakin aku membencinya, semakin ia sering menghampiriku. Ia bagai bintang di hidupku, walaupun tidak terlihat di siang hari, tetapi sebenarnya ia masih tetap berada di tempatnya sendiri. Tak peduli sekuat apapun aku meyakinkan diri, terkadang rasa sepi masih dapat mengalahkan hatiku yang gelisah setengah mati.
Ingin aku berteriak kepada dunia, temanilah manusia yang kesepian ini. Berikanlah ia cerita yang indah, dan dengarkanlah semua keluh kesah tentang hidupnya yang penuh derita. Tetapi semuanya hanya bayanganku saja. Nyatanya aku masih tetap sendiri, tak ada yang peduli, dan rasa sepi yang akhirnya datang menemani. Tentu ia tidak sendiri, rasa sepi datang dengan tangis yang mengacaukan pikiran. Membuat hati merasakan kehancuran, dan tubuh terasa mati bagai tak bertuan.
Apalagi yang harus kulakukan wahai kawan? Aku sudah berusaha mencari teman, namun semua teman selalu sibuk dengan urusan. Aku ingin bercerita kepada keluarga, namun mereka terkadang tak memiliki perasaan yang sama, walau mengalir darah yang sama. Aku ingin menumpahkan semua duka pada orang yang aku cinta, namun apa daya ia tak peduli dengan manusia bodoh ini. Ya, bahkan orang yang aku cinta terkadang terasa seperti orang yang tak kukenal sama sekali.
Aku sangat ingin membunuh rasa sepi ini. Membuatnya menjadi perasaan damai, dan membuat hatiku merasa hangat seperti saat senja. Hanya Allah lah satu-satunya harapan yang bisa kupastikan. Hanya Al Qur’an satu-satunya bacaan yang bisa membuat hati menjadi riang tak tertahankan. Mungkin inilah cara yang paling dibutuhkan untuk diriku melawan kesepian yang tak tertahankan.
Semoga nanti aku sudah lagi tak merasa sepi, walaupun aku masih seorang diri di sini. Hanya ditemani mimpi-mimpi yang hampir mati, dan sejuta rasa cinta yang telah disia-siakan. Tetapi aku yakin, purnama selalu indah, walau kita hidup di jalan yang gelap gulita. Jika kau tetap tak bisa membunuh sepi ini, maka biarkanlah ia menjadi teman hati yang selalu setia menemani.
Terkadang aku benci dengan rasa sepi ini, yang ingin membunuhku mati sendiri. Terkadang aku benci dengan rasa sepi ini, yang tak ingin aku m...
Rasa Sepi Yang Ingin Membunuhku
About author: Muhammad Mu'az
Cress arugula peanut tigernut wattle seed kombu parsnip. Lotus root mung bean arugula tigernut horseradish endive yarrow gourd. Radicchio cress avocado garlic quandong collard greens.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: