Aku selalu kagum dengan kisah cinta Zainuddin dan Hayati. Walaupun mereka hanyalah sebuah kisah di dalam novel yang indah, dan dijadikan fi...

Kisah Cinta Zainuddin dan Hayati

Aku selalu kagum dengan kisah cinta Zainuddin dan Hayati. Walaupun mereka hanyalah sebuah kisah di dalam novel yang indah, dan dijadikan film yang luar biasa, tetapi kisah mereka berdua selalu bisa membuat hatiku merasa ada cinta yang begitu setia. Terutama cinta Zainuddin yang begitu bersih, tanpa dikotori oleh nafsu duniawi, dan juga diikat oleh ketulusan yang tak terbayangkan. Begitu indah, menakjubkan, dan juga menunjukkan bahwa cinta bisa begitu setia.

Zainuddin adalah seorang anak terbuang, yang tak diterima di padang, padahal tanah kelahiran ayahanda yang telah tiada. Tetapi sayang, ketika ia kembali pulang ke kampung sang ayah, ia berpapasan dengan bunga kampung yang begitu indah, membuat hatinya tak ingin lagi pergi dari kampung yang tak menganggapnya. Nama wanita tersebut adalah Hayati, bunga batipuh yang indah nan bersahaja. Membuat semua hati ingin memilikinya, namun hanya takdir yang bisa mengizinkan untuk bisa bersama dirinya.

Cinta pun tumbuh di antara keduanya, walau hanya sesekali bersua, dan hanya berbicara lewat kata-kata dalam sepucuk surat yang indah, Zainuddin dan Hayati pun sama-sama merasakan ikatan cinta suci yang diam-diam telah tinggal di dalam hati sepasang anak manusia ini. Cinta Zainuddin sangatlah tulus kepada Hayati, begitu juga dengan hati Hayati yang selalu terukir nama Zainuddin. Walaupun pada akhirnya cinta mereka berdua tidak direstui oleh petinggi adat kota padang, bahwa Zainuddin anak pisang, anak yang tak bersuku, tak pantas dijadikan penerus minang dan menjadi suami hayati.

Sudahlah cukup Zainuddin dilanda kesedihan yang sangat mendalam, ditinggal kedua orang tua sedari kecil, lalu meninggal  pula orang yang mengasuhnya dengan penuh kasih sayang, dan ditolak pula lamarannya kepada Hayati yang begitu ia sayang. Pada akhirnya, Hayati dinikahkan dengan seorang lelaki yang bersuku, anak padang panjang, azis namanya. Tetapi sayang, lelaki itu sebenarnya bukanlah lelaki yang baik hatinya, tetapi penuh kemaksiatan hidupnya. Hanya karena harta dan kesukuan, Hayati harus dinikahkan dengan manusia berkeinginan syetan.

Mati rasa Zainuddin, tak bisa bangkit dari tempatnya menangis, berseduh, hingga memerah kedua matanya. Namun pada akhirnya, ia berhasil juga bangkit dari rasa sakit yang menyiksa bagaikan besi panas yang dibenamkan dalam hati. Hingga ia akhirnya sadar dan pergi untuk memperbaiki nasib diri. Ia pergi ke kota lain, menjadi penulis yang mermodalkan rasa sakit, tetapi berhasil merakit kisah yang membuat banyak orang menangis. Padahal kisah tersebut adalah kisah hidupnya sendiri.

Tak sampai disitu, setelah sukses ia bertemu pula lagi dengan Hayati dan Suaminya. Disimpannya lah dalam-dalam rasa cinta yang dulu sangat membara, hingga membakar jiwanya. Hayati dan Suaminya dalam keadaan susah, karena Azis yang banyak ditimpa hutang karena judi yang di-Tuhankannya. Tak lama setelah mereka kembali berjumpa, meninggal pula suami Hayati. Kini jadilah janda, tetapi tetap Zainuddin masih menyimpan rasa yang begitu indah pada Hayati.

Di saat seharusnya mereka bisa bersama, setelah penderitaan Zainuddin akan cinta dan keluarga, tetapi takdir tetap tak mengizinkan mereka hidup berdua. Pada akhirnya, Hayati harus pergi meninggalkan dunia ini, dalam perjalanan akan pulang ke padang, kampung halamannya, karena suruhan Zainuddin juga. Kapal yang ditumpangi Hayati untuk pulang, ternyata tenggelam di tengah lautan. Akhirnya Hayati pun ikut tenggelam bersama hati yang sebenarnya masih tetap ingin bersama Zainuddin.

Sebelum meninggal, Hayati telah menuliskan sebuah pesan. Ditulisnya dalam sepenggal surat, khusus untuk kekasih hatinya Zainuddin. Surat itu berisikan kata-kata yang penuh dengan penderitaan, bahwa Hayati menikah dengan lelaki lain hanyalah paksaan, tak ada keinginan dirinya seorang. Dan walaupun ia telah menjadi istri orang lain, tapi cinta di dalam hatinya yang paling dalam hanyalah untuk Zainuddin seorang. Selesai membaca surat itu, hancur rasanya hati Zainuddin. Menangis ia segila-gilanya di depan mayat Hayati yang tak terselamatkan. Di kecupnya kening kekasihnya itu, lalu ia pun ikut pingsan karena tak tahan hati menahan rasa sakit yang teramat pedih.

1 permintaan Hayati untuk Zainuddin, yaitu sempurnakanlah doa untuknya jika ia sudah tiada. Zainuddin pun tetap setia selalu datang ke kuburannya, membacakan Al Qur’an dengan perasaan cinta bercampur sedih yang tak berkesudahan. Cinta Zainuddin kepada Hayati masih tetap utuh, walaupun Hayati telah pergi dari hidup ini. Begitu besar, begitu dalam, dan begitu tulus cinta Zainuddin itu. Sungguh aku tak pernah membaca cinta kisah yang lebih indah dari kisah novel lainnya, selain kisah Zainuddin dan Hayati.

Aku sangat ingin belajar sekuat Zainuddin, bisa tetap bertahan walaupun sejuta duka bertubi-tubi menghampiri dirinya. Aku ingin bisa menjadi lelaki yang baik, yang kelak akan membahagiakan istri dunia-akhirat. Kisah ini akan selalu kukenang, akan selalu menjadi pengingat, bahwa cinta pun dapat menjadi keindahan yang tak pernah terbayangkan, walau di dalamnya penuh dengan kesakitan dan selalu berakhir dengan perpisahan.

0 komentar: